Tampilkan postingan dengan label Sablon Kaos dan DISTRO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sablon Kaos dan DISTRO. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 September 2012




Pecah warna atau separasi untuk percetakan offset atau bisa disebut color separation adalah proses memisahkan komponenwarna menjadi warna pembentuknya seperti Cyan, Magenta Yellow dan Black untuk mode color CMYK demikian juga RGB. Pecah warna dilakukan sebagai syarat dalam percetakan yang membutuhkan pemisahan komponen warna. Sehingga untuk proses mecetak satu projek karya desain grafis dilakukan mecetak satu warna ( contoh : Cyan saja ) hingga selesai kemudian dilanjutkan mencetak warna kedua sampai warna terakhir.


Pecah warna bisa dilakukan dengan berbagai cara dan software. Pada pembahasan separasi warna ini saya akan membahas cara memecah warna menggunakan coreldrawyang bisa dilakukan dengan dua cara. Dalam hal ini cara otomatis menggunakan fasilitas dalam software dan cara manual yaitu memilah warna dengan mengubah angka pada warna pembentuknya.


Cara Otomatis

Cara otomatis dalam pecah warna adalah memecah warna menggunakan fasilitas dalamsoftware dengan cara mengurai warna dari setiap objek karya desain menggunakan proses mencetak / print. Cara ini biasa digunakan dalam proses mencetak oleh pekerja Percetakan Offset.


Untuk melakukan proses separasi dalam coreldraw secara otomatis, ikuti langkah-langkah berikut


1.Masukkan objek desain dalam lembar kerja CorelDraw atau buka langsung projek Anda yang sudah ada dalam CorelDraw




2. Klik meu File > Print Preview






3. Klik menu Settings > Separations ( CTLR + S )








4. Lakukan proses mencetak






Cara Manual



Cara manual dalam pecah warna adalah memecah warna dengan mengurai warna pada setiap objek dalam lembar kerja menggunakan pengubahan angka warna dalam fill color dan outline color. Cara ini biasa digunakan untuk mengetahui hasil pecah warna pada file digital, dan kemudian mencetaknnya sesuai jumlah warna yang ada.


Ada juga yang berpendapat bahwa cara ini adalah cara yang tidak efektif karena kita harus mengurai warna setiap objek dalam lembar kerja satu persatu sehingga waktu pengerjaan tergantung pada jumlah objek yang kita buat dalam satu lebar kerja. Kita bisa bayangkan jika objek yang dipakai adalah ribuan objek tentunya akan sangat lama menggunakan cara ini.


1. Buka karya desain Anda atau import



2. Buat halaman baru pada lembar kerja tersebut sejumlah empat halaman sesuai dengan mode color CMYK, rename halaman baru tersebut sesuai dengan representasi mode color Cyan, Magenta, Yellow dan Blak untuk CMYK.





3. Duplikat atau copy dan paste objek desain anda pada halaman pertama (asli) ke semua halaman baru yang sudah dibuat dengan cara shortcut CTRL + C untuk proses copy dan CTRL + V untuk paste agar proses lebih cepat.







4. Pertama kita akan buat warna Cyan, maka klik pada halaman Cyan. Menggunkana pick tool pilih salah satu objek pada halaman Cyan dan double klik pada fill color dan outline color untuk mengganti angkanya menjadi hanya warna Cyan saja.






5. Setelah masuk pada pada dialog uniform fill atau ouline fill atau fountain fill maka kita harus mengubah warna selain warna Cyan menjai angka nol. Saya akan mencontohkan fountain fill atau hasil warna gradient. Klik from atau to untuk mengubah angka warna, klik other. Jika gradasi terdiri lebih dari dua warna maka pilih point yang diwakili oleh segitiga terbalik dibawah tulisan rom dan to.






6. Setelah klik other di atas maka akan muncul dialog box lain yang akan sama ketika warna adalah warna bolk (fill color). Disinilah kita akan mengubah angka pembentuk warna. Karena kita mengubah pada halaman Cyan maka selain Cyan akan diubah menjadi warna nol.





7. Lakukan proses pada poin 5 dan 6 untuk setiap objek pada page Cyan. Demikian Pula pada page lainnya, perbedaanyya adalah kita akan mengubah menjadi semua angka nol selain warna sesuai page. Conto pada page Magenta maka selain warna magenta harus angka nol, semikian seterusnya. Jika proses ini benar maka akan didapat hasil seperti gambar di bawah





Selamat Mencoba

Selasa, 18 September 2012

Kesaksian Pemain Film Anti-Islam: Kami Ditipu Sutradara Sam Bacile!

LOS ANGELES, muslimdaily.net - Di tengah kecaman dan protes yang muncul di Timur Tengah, para pemain dan kru film 'Innocence of Muslims' menyebut diri mereka sebagai korban eksploitasi. Mereka marah karena merasa ditipu ketika mengetahui bahwa film tersebut digunakan untuk propaganda anti Islam.

Seorang aktris dalam film produksi California menyatakan ia ditipu dan tak menyadari bahwa film itu bakal mengenai Nabi Muhammad.

Sang aktris, Cindy Lee Garcia, dari Bakersfield, California, yang muncul sebentar dalam klip fillm tersebut mengaku menjawab panggilan casting tahun lalu untuk tampil di sebuah film berjudul Dessert Warrior.

"Itu terlihat tidak nyata bagi saya. Sepertinya tak satu pun yang menunjukkan kami pernah difilmkan di sana. Semua di sana terlihat aneh," ungkap Garcia dalam wawancara dengan telefon seperti dikutip Gawker.com, Kamis (13/9).


Klip-klip film tersebut ditayangkan di YouTube dengan beberapa judul berbeda termasuk 'Innoncence of Muslim". Film itu menggambarkan Nabi Muhammad sebagai sosok dengan perilaku kejam dan agresif.

Dalam naskah skenario dan selama pengambilan adegan, ia mengaku tak ada satu pun yang mengindikasi ke arah kontroversi seperti produk akhir yang beredar saat ini. "Muhammad saat itu bahkan tidak disebut Muhammad malah Master George," tutur Gracia. Kata "Muhammad" didubing dalam posproduksi.

Sebagai contoh, pada menit 9:03 dalam klip, Gracia di sana digambarkan bertanya, tak setuju kepada suaminya yang ingin mengirim putri mereka ke Muhammad. "Apakah Muhammad-mu seorang pelaku pelecehan anak?"

Gracia mengaku, seharusnya tidak ada pernyataan seperti itu dalam film. Pasalnya sekenario yang diberikan padanya saat pengambilan gambar berbunyi, "apakah Tuhan-mu adalah pelaku pelecehan anak?"

Ia sangat terkejut dan ngeri melihat hasil akhir film, ketika para demonstran di Libya sampai membunuh staf Kedubes AS. "Saya tidak terkait dengan apa pun di sini," ujarnya. "Kini ada korban yang tewas akibat film di mana ada saya di sana. Ini benar-benar membuat saya muak."

Menurut Gracia, syuting selama tiga hari pada Juli lalu sungguh tidak ada yang luar biasa. Penulis dan sutradara pun menggunakan nama samaran, "Sam Bacile" yang ternyata seorang raja real estate Israel. Padahal menurut penuturan Gracia, si sutradara mengaku berasal dari Mesir.

"Dia orangnya terlihat kalem. Ia hanya duduk mengawasi pengambilan gambar dan menginginkan beberapa poin dibuat," ungkap Gracia.

Wanita itu juga menuturkan Bacile pernah menginginkan bahwa gadis yang tidur dengan Master George (yang didubing menjadi Muhamamad dalam film) terlihat berusia tujuh tahun, alih-alih sepuluh tahun. Permintaan itu pun sempat membuat asisten sutradaranya protes, bahwa itu terlalu muda.

Setelah protes meletus dan Bacile tampil di media, Garcia menelponnya dan mengungkapkan kemarahan dengan taktik kotor tipuannya."Saya menelpon Sam dan berkata padanya, 'Mengapa kamu melakukan ini?' dan ia menjawab, 'Saya capek dengan sikap Islamis radikal yang membunuh satu sama lain."

Garcia tidak puas dengan jawaban itu dan bahwa ia sekedar tidak bersalah. "Saya hendak menuntutnya secara hukum," ujarnya.

Dubbbing

Sejumlah pemain film 'Innoncence of Muslim" mengungkapkan bahwa dialog film amatir tersebut telah di-dubbing tanpa sepengetahuan mereka.

"Seluruh aktor dan kru film ini merasa sangat kecewa dan merasa telah dimanfaatkan oleh sang produser," demikian pernyataan bersama para aktor dan kru film 'Innocence of Muslims' seperti dikutip CNN dan dilansir AFP.

"Kami 100 persen tidak mendukung film ini dan kami sama sekali telah dibohongi tentang maksud dan tujuan film ini. Kami sangat terkejut ketika mengetahui bahwa naskahnya ditulis ulang secara drastis," tegas mereka.

Jika diamati, memang jelas sekali bahwa dialog dalam film tersebut di-dubbing secara berlebihan. Dalam potongan adegan berdurasi 14 menit yang diunggah ke internet, banyak kata-kata kasar yang dimasukkan di tengah-tengah kalimat. [mzf]


Akan ada saatnya digital sablon menggantikan manual sablon. And the time is near...




Digital sablon dari kualitas lebih baik dari manual sablon. Silahkan cek di forum2 tshirt di luar negeri.

Tapi utk dalam negeri, saat ini banyak orang ogah menggunakanjdigital sablon karena:

Bahan dasar yg dipakai hanya dua pilihan (sublimation dan Transfer paper).




Sublimation dari durabilty sangat baik artinya warna tidak akan berkurang atau pudar walaupun dicuci berkali2... sepanjang umur dari kaos tersebut.

Kekurangannya adalah: hanya bisa di transfer di bahan yg mengandung polyurethan. Di sini umumnya hanya bisa dipakai pada kaos PE, TC dan satin.

Tentu aja banyak yg gak suka pake bahan ini karena panas dan tidak menyerap keringat.

Di luar negeri banyak bahan yg bagus, enak dipakai dan tidak panas (contoh merk hanes khusus sublime - dibuat dgn benag double pada bagian luar mengandung poly dan bagian dalam full cotton).

Kekurangan kedua: hanya bisa di bahan terang (putih terbaik).

Di luar negeri sudah ada tinta warna putih (opaque) yg dipakai sbg base shg bisa ditransfer di atas kain warna gelap (hitam).




Transfer paper: keuntungannya adalah bisa di atas kain apasaja (katun, kanvas, dll). Proses mudah, menggunakna tinta printer biasa. Ada dua jenis, untuk kain gelap dan terang.

Kekurangannya: umur pemakaian sangat rendah. Hanya bisa dipakai beberapa kali cuci, warna pudar, retak atau sobek.

Unu cocok nya hanya utk even2 tertentu yg hanya sekali pakai (atau beberapa kali saja).







Digital sablon yg gw pakai:

1. Bahan flex dan foil (sejenis film utk cad cut). Dapat di potong menggunakna cutting plotter.

Keuntungannya warna solid dan ada yg glitter, gold, silver, reflective, dsb.

Proses pemotongan sama spt cutting sticker. hanya saja kemudian di transfer ke kaos.

Durability nya: superb! kalos udh dipake lama banget tapi kualitas flex tetap spt baru.

2. Bahan flock, spt flex tapi saja bisa di print (sublime). Print di atas tinta sublime, ditransfer kemudian di cut.

bajan bertekstur seperti beludru.

3. Bahan ecosolvent, diprint menggunakan bahan ecosolvent (sering dipake utk digital printing large format utk outdoor dan indor). Di print kemudian press ke kaos.







Yang gue pengen banget:

Printer DTG (direct to garment) di luar harganya masih sekitar $10,000 (merk amrik). dan paling murah $3,000 ( merk cunkuo)

Mesin ini bisa langsung ngeprint di atas kaos. Bisa utk kaos hitam (gelap) dan kaos putih (terang).

contoh mesin:


Code:http://www.dtgamerica.com/dtg_kiosk.shtml





Ada jg yg niat bikin printer epson yg di modifikasi jd DTG. Cara ngebongkar dan modifikasinya dikasih tau (cari di google aja)













Proses Digital printing yg gw sebut di atas sudah mulai mnenggantikan industri sablon manual di luar negeri. Bisa di tengok di amrik, eropa, australia, hampir semua beralih ke digital sablon.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!